Perpustakaan STIKes Panca Bhakti Pontianak

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DENGAN LARUTAN ANTISEPTIK BERBAHAN TRADISIONAL PADA IBU NIFAS DI PMB TITIN WINDIYANINGSIH TAHUN 2024
Penanda Bagikan

Text

PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DENGAN LARUTAN ANTISEPTIK BERBAHAN TRADISIONAL PADA IBU NIFAS DI PMB TITIN WINDIYANINGSIH TAHUN 2024

Sepri Helentia - Nama Orang;

Latar belakang luka perineum robekan terjadi pada perineum akibat fisik tekanan kepala saat proses persalinan secara spontan tindakan (episiotomi) Hasil studi pendahuluan di PMB Titin Widyaningsih terdapat 23 ibu nifas, 16 diantaranya mengalami luka perineum akibat episiotomi 11, ruptur spontan 5 orang. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui penyembuhan luka Perineum dengan larutan antiseptik berbahan tradisional pada ibu nifas di PMB Titin Widyaningsih Tahun 2024. Metode penelitian: Kuantitatif deskriptif metode untuk menggambarkan suatu objek, Sampel penelitian ibu nifas mengalami luka Perineum derajat II di PMB Titin Widyaningsih tahun 2024 sebanyak 10 orang. Hasil penelitian: Penggunaan larutan antiseptik seluruh responden 90% (9 ibu) menggunakan larutan antiseptik rutin. Penyembuhan luka perineum hari I hampir seluruh responden 80% (10 ibu) kondisi kesembuhan luka buruk Skala REEDA > dari 5. Hari II seluruh responden 100 % (10 ibu) kondisi kesembuhan luka kurang baik Skala REEDA 1-5. Hari III seluruh responden 100 % (10 ibu) kondisi kesembuhan luka kurang baik Skala REEDA 1-5. Hari IV seluruh responden 100 % (10 ibu) kondisi kesembuhan luka kurang baik nilai Skala REEDA 1. Hari V seluruh responden 100 % sudah sembuh nilai skala REEDA 0. Lama penyembuhan luka seluruh responden 100% (10 ibu) tergolong cepat hari ke 5 nilai skala REEDA 0. Kesimpulan: Penyembuhan luka Perineum berbahan tradisional sangat efektif digunakan, daun sirih nangka memiliki kandungan antiseptik, antibiotik, antimikroba, bisa menghambat pertumbuhan bakteri, mempercepat penyembuhan luka perineum. Saran: Untuk mengembangkan penelitian, melakukan analisis determinan pengaruh pemberian larutan antiseptik berbahan tradisional dengan masalah nyata banyak Ibu nifas yang mengalami luka Perineum.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi 080 SEP p
P00045d
Tersedia
#
Belum memasukkan lokasi 080 SEP p
P00046d
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
080 SEP p
Penerbit
KUBU RAYA : STIKES PANCA BHAKTI PONTIANAK., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
080
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DENGAN LARUTAN ANTISEPTIK BERBAHAN TRADISIONAL PADA IBU NIFAS DI PMB TITIN WIDIYANINGSIH TAHUN 2024
    Other Resource Link
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan STIKes Panca Bhakti Pontianak
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?