Text
Perubahan peningkatan berat badan pada akseptor kb hormonal di kelompok pengajian al husna kecamatan siantan tengah tahun 2025
Latar Belakang : Penggunaan kontrasepsi merupakan upaya yang efektif dalam mengendalikan angka kehamilan namun kontrasepsi juga memiliki efek samping tertentu salah satunya adalah peningkatan berat badan. Kontrasepsi terdiri dari dua jenis utama,yaitu hormonal dan non-hormonal,yang masing-masing memiliki mekanisme kerja serta dampak fisiologis yang berbeda terhadap tubuh wanita. Hasil studi pendahuluan di pengajian Al husnah diketahui bahwa terjadi peningkatan BB yang bervariasi pada jenis kontrasepsi yang berbeda. Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor KB Hormonal Di Kelompok Pengajian Al Husnah Kelurahan Siantan Tengah Tahun 2025. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 35 akseptor KB Homonal yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan berat badan pada semua jenis kontrasepsi hormonal, baik pil progestin, suntik 1 bulan maupun 3 bulan. Berat badan akseptor setelah penggunaan KB didapatkan rata-rata berat badan menjadi 44,09 dengan kenaikan tertinggi 6,6 kg, diikuti suntik 1 bulan dengan rata-rata 37,12 dan naik sebanyak 3,2 kg, sedangkan KB suntik 3 bulan dengan rata-rata 33,49 dan naik sebesar 1,82 kg Kesimpulan : Perubahan kenaikan berat badan tertinggi terjadi pada akseptor KB Pil Progestin dengan rata-rata 44,09 dan kenaikan sebanyak 6,6 kg.
Saran : Evaluasi penting peningkatan Berat Badan selama penggunaan kontrasepsi hormonal perlu dilakukan oleh tenaga Kesehatan atau Akseptor secara mandiri sehinggah dampak di efek samping yang timbul dari peningkatan Berat Badan dapat di kendalikan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain