Text
Evaluasi Perbedaan Pencapaian Motori Kasar Antara Bayi ASI Eksklusif Dan Susu Foemula Pada Usia 6-12 Bulan Di Desa Mega Timur Tahun 2025
Masalah gizi pada balita di Indonesia, terutama defisiensi kalori dan protein, dapat menghambat
perkembangan motorik kasar. Motorik kasar adalah kemampuan gerak menggunakan otot besar
seperti duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan. ASI eksklusif selama enam bulan pertama terbukti
mendukung pertumbuhan bayi, sedangkan sebagian bayi tetap diberikan susu formula karena alasan
tertentu.
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pencapaian motorik kasar antara bayi ASI
eksklusif dan susu formula usia 6–12 bulan di Desa Mega Timur tahun 2025. Penelitian menggunakan
desain kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 200 bayi,
dengan sampel 15%. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan DDST, data dianalisis univariat
dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bayi ASI eksklusif lebih banyak mencapai perkembangan motorik
kasar sesuai usia dibanding bayi susu formula. Kesimpulannya, terdapat perbedaan perkembangan
motorik kasar antara kedua kelompok. Edukasi tentang ASI eksklusif perlu ditingkatkan untuk
mendukung tumbuh kembang optimal
Kata Kunci: ASI eksklusif, susu formula, motorik kasar
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain