Text
Evaluasi pemberian makanan tambahan pada anak stunting dengan peningkatan tinggi badan dan berat badan di Desa teluk kapuas tahun 2025
Latar belakang Berdasarkan data WHO, stunting adalah perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, infeksi berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai. Indonesia menduduki peringkat kedua tertinggi angka stunting di Asia Tenggara dengan prevalensi 31,8%. Di Kalimantan Barat tercatat 20,6%, di Kabupaten Kubu Raya sebesar 7,9%, dan di Desa Teluk Kapuas terdapat 31 anak yang mengalami stunting.
Tujuan penelitian Untuk mengevaluasi pengaruh PMT terhadap peningkatan tinggi badan dan berat badan anak stunting di Desa Teluk Kapuas tahun 2025.
Metode penelitian Menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre- and post-test. Sampel terdiri dari 31 anak stunting yang dipilih secara total sampling. Data tinggi badan dan berat badan diukur sebelum dan setelah pemberian PMT, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian Menunjukkan bahwa sebelum PMT, sebagian besar anak memiliki tinggi badan rendah 18 responden (58,1%) dan berat badan meningkat yaitu 14 responden (45,2%). Setelah PMT, tinggi badan tetap didominasi kategori rendah 18 responden (58,1%), sedangkan berat badan menunjukkan peningkatan (64,5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 (
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain