Text
HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU PEMBRIAN IMUNISASI CAMPAK DI POLINDES MADU DARI TAHUN 2026
Latar belakang: Penyakit campak merupakan penyakit menular berbahaya yang dapat
menimbulkan komplikasi serius bahkan kematian, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun.
Hasil studi pendahuluan di Desa Madu Sari menunjukkan bahwa dari 29 sasaran anak, hanya
18 orang yang mendapatkan imunisasi campak. Rendahnya cakupan ini diduga dipengaruhi
oleh faktor sosial budaya dan dukungan keluarga, dominan percaya pada budaya yang
memiliki sistem pengambilan keputusan pengobatan alami.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Sosial Budaya dan dukungan
keluarga dengan perilaku pemberian imunisasi campak di Desa Madu Sari, Kabupaten Kubu
Raya.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan
observasional atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach).
Poulasi dan sampel berjumlah 29 ibu yang memiliki anak usia 9-12 bulan. Pengumpulanm data
menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat
dengan uji statistik Chi-Square.
Hasil: ari 29 responden, sebagian besar yaitu 17 orang (58,6%) memiliki sosial budaya yang
mendukung pemberian imunisasi campak, sedangkan 19 orang (65,5%) mendapatkan
dukungan keluarga. Sebanyak 19 anak (65,5%) telah menerima imunisasi campak. Penelitian
ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara sosial budaya dan dukungan keluarga
dengan pemberian imunisasi campak (nilai p
Tidak tersedia versi lain