Text
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP TENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUN DALAM MENCEGAH DIARE PADA SISWA/SISWI KELAS 5 DI SDN 24 SUNGAI RAYA TAHUN 2026
Latar Belakang: Data World Health Organization pada tahun 2024 menunjukkan bahwa diare
menyebabkan sekitar 443.832 kematian anak. Secara global, terdapat 1,7 miliar kasus diare
pada anak setiap tahun. Di Provinsi Kalimantan Barat, angka kejadian penderita diare
mencapai 36.527 orang, cakupan pelayanan tertinggi untuk penderita diare terdapat di
Kabupaten Kubu Raya, yaitu 62,5% dari jumlah jiwa. Dampak utama tidak mencuci tangan,
yaitu infeksi saluran pernapasan,flu burung dan influenza. CTPS juga terbukti sangat efektif
dalam mencegah infeksi dan meningkatkan kebersihan tangan untuk mengurangi risiko
penularan penyakit.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan
sikap tentang cuci tangan pakai sabun dalam mencegah diare pada siswa/siswi kelas 5 di SDN
24 Sungai Raya 2026.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei deskriptif
korelasi melalui pendekatan cross sectional. Responden penelitian berjumlah 80 siswa/siswi
kelas 5 dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran
kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square.
Hasil: Penelitian hubungan terhadap sikap menunjukkan hampir seluruh responden memiliki
pengetahuan baik sebanyak 72 orang (90%), Hampir seluruh responden,66 orang (82,5%),
memiliki sikap yang mendukung. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan
antara pengetahuan terhadap sikap tentang cuci tangan pakai sabun dalam mencegah diare dengan nilai P-value 0,001 < 0,05.
Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang cuci tangan pakai sabun
dalam mencegah diare.
Saran: Diharapkan edukasi cuci tangan dilakukan secara berkala demi meningkatkan
kesadaran kesehatan siswa/siswi dengan menempelkan poster langkah-langkah CTPS
berkarakter kartun di mading atau di dalam kelas di SDN 24 Sungai Raya.
Tidak tersedia versi lain