Text
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN SIKAP TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI SMAN 2 SUNGAI RAYA KELAS XI B TAHUN 2026
Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi berpotensi meningkatkan perilaku berisiko, termasuk dukungan terhadap pernikahan dini yang berdampak negatif pada kesehatan reproduksi. Tingginya angka pernikahan dini di Kalimantan Barat menegaskan urgensi pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap pernikahan dini pada siswa kelas XI SMAN 2 Sungai Raya Tahun 2026.
Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 36 responden siswa kelas XI B yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji hubungan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknuran α = 0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (47,2%) memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi, sedangkan sebagian besar responden yaitu 28 responden (77,8%) memiliki sikap mendukung pernikahan dini. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap pernikahan dini (p-value = 0,030; α < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap pernikahan dini. Remaja dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang lebih baik cenderung memiliki sikap yang kurang mendukung pernikahan dini.
Saran: Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi melalui media cetak dan elektronik serta program sekolah untuk memperkuat pemahaman remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi.
Tidak tersedia versi lain