Text
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO TERJADINYA BABY BLUES PADA IBU POSTPARTUM DI DESA TELUK KAPUAS TAHUN 2026
Latar belakang : Postpartum blues merupakan gangguan psikologis ringan yang sering terjadi
pada ibu setelah persalinan, ditandai dengan perasaan sedih, mudah menangis, cemas,
mudah tersinggung, dan gangguan tidur. Kondisi ini dapat mengganggu proses bonding antara
ibu dan bayi serta berdampak pada tumbuh kembang anak.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, paritas, dukungan
keluarga, dan sosial budaya dengan risiko terjadinya baby blues pada ibu postpartum di Desa
Teluk Kapuas Tahun 2026.
Metode : Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan
pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability
sampling dengan metode sampling jenuh, sehingga diperoleh 19 responden.
Hasil Penelitian : Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden memiliki
pengetahuan kurang (63,2%), paritas multipara (52,6%), dukungan keluarga yang mendukung
(63,2%), sosial budaya tidak setuju (52,6%), dan berisiko mengalami baby blues (63,2%). Hasil
analisis bivariat menggunakan uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
antara pengetahuan dengan risiko terjadinya baby blues (p-value=0,017), sedangkan paritas
(p-value=0,383), dukungan keluarga (p-value=0,568), dan sosial budaya (p-value=0,515) tidak
memiliki hubungan yang signifikan.
Kesimpulan : Disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan
risiko terjadinya baby blues.
Saran : Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan konseling mengenai
postpartum blues, serta penelitian selanjutnya menggunakan sampel yang lebih besar dan
variabel yang lebih beragam.
Tidak tersedia versi lain