Text
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEPUTIHAN FISIOLOGIS DENGAN PRAKTIK PERAWATAN ORGAN REPRODUKSI DI SMAN 1 RASAU JAYA TAHUN 2026
Keputihan merupakan masalah yang sering dialami remaja putri, prevelensi global
mencapai 75%, di Indonesia sekitar 90% lebih tinggi dibandingkan angka global diakibatkan
kondisi iklim tropis. Di Kalimantan Barat, 50-61% remaja mengalami keputihan dan 58%
mengalami infeksi saluran reproduksi. Kurangnya pemahaman remaja tentang keputihan
fisiologis dan patologis berdampak pada praktik perawatan organ reproduksi yang kurang tepat.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri
tentang keputihan fisiologis dengan praktik perawatan organ reproduksi di SMAN 1 Rasau
Jaya Tahun 2026.
Metode penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi, pendekatan cross
sectional dengan jumlah sampel 40 remaja putri kelas X-XII di SMAN 1 Rasau Jaya yang ditarik
dengan teknik stratified random sampling. Penelitian dilakukan dengan sebar kuesioner
kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian pada 40 responden yang menunjukkan bahwa responden dengan
tingkat pengetahuan kurang sebagian besar dari responden memiliki praktik sesuai yaitu 3
orang (60%), responden dengan tingkat pengetahuan cukup hampir seluruh responden
memiliki praktik sesuai yaitu 24 orang (96%), dan responden dengan tingkat pengetahuan baik
seluruh responden memiliki praktik sesuai yaitu 10 orang (100%). Analisis didapatkan nilai p-
value sebesar 0,012 yang menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan dengan
praktik perawatan organ reproduksi.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan
remaja putri tentang keputihan fisiologis dengan praktik perawatan organ reproduksi.
Disarankan kepada remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan melalui sumber informasi
yang tepat agar dapat menerapkan praktik perawatan organ reproduksi secara benar.
Tidak tersedia versi lain