Text
PENGARUH STORY TELLING TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK RA MIFTAHUL ULUM TAHUN 2026
Latar Belakang : Prevalensi speech delay pada anak usia prasekolah di Indonesia
mencapai 5-8%, atau 8 orang dari 100 anak prasekolah. Gangguan perkembangan bahasa
merupakan indikator utama ketidakberhasilan tumbuh kembang anak sesuai usia kronologis.
Studi pendahuluan peneliti mendapati bahwa 10 siswa mengalami komunikasi tidak lancar 6
anak tidak memahami perintah 3 anak dan kosa kata terbatas 1 anak. Salah satu stimulasi
adalah dengan metode story telling yaitu metode bercerita melibatkan ekspresi, suara, mimik
wajah, gerakan tubuh serta alat bantu visual sehingga menumbuhkan kemampuan menyimak
dan memperluas kosa kata.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh story telling terhadap
perkembangan bahasa anak usia pra sekolah di TK RA Miftahul Ulum tahun 2026.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen pre-post test with
control group, yaitu kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran ceramah dan
kelompok intervensi diberikan story telling selama 30 menit selama 5 hari. Penelitian ini
dilaksanakan di TK RA Miftahul Ulum pada 26 anak usia pra sekolah , yang ditarik
menggunakan metode sampling random. Metode analisis data menggunakan uji statisik Mann
Whitney.
Hasil : Menunjukkan pada kelompok intervensi, nilai rata-rata pre-post test dengan
selisih sebesar 1,42 sedangkan kelompok kontrol 0,31. Berdasarkan uji Mann Withney
menunjukkan p-value 0,000.
Kesimpulan : Penelitian ini adalah story telling berpengaruh terhadap perkembangan
bahasa anak usia pra sekolah.
Saran : Untuk guru dan orang tua agar menerapkan intervensi story telling secara rutin
3-5 kali seminggu selama 30 menit guna optimalisasi perkembangan bahasa anak usia pra
sekolah .
Tidak tersedia versi lain