Text
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI MINT UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR REMAJA KELAS IX DI SMP NEGERI 3 SUNGAI RAYA TAHUN 2026
Angka kejadian gangguan konsentrasi belajar sebesar 1-20% pada remaja (APA, 2024). Penurunan konsentrasi belajar tidak hanya berdampak pada proses belajar di kelas, tetapi juga mempengaruhi capaian akademik siswa. Studi pendahuluan peneliti mendapatkan bahwa 10 siswa mengalami kesulitan konsentrasi saat belajar seperti tidak fokus saat guru menjelaskan. Menurut Sandra (2021), salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan konsentrasi belajar adalah pemberian aromaterapi mint yang memiliki kandungan mentol dan menthone yang dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan kewaspadaan, serta membantu meningkatkan konsentrasi belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi mint untuk meningkatkan konsentrasi belajar remaja kelas IX di SMP Negeri 3 Sungai Raya tahun 2026.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperiment Design (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah post-test only control group. Dalam desain penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Kelompok kontrol tidak diberi aromaterapi mint dan kelompok intervensi diberi aromaterapi mint. Aromaterapi mint diberikan sebanyak 3 tetes pada kapas kemudian dihirup dengan jarak 2 cm dari hidung selama 5 menit. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian aromaterapi mint dan variabel dependennya adalah konsentrasi belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Sungai Raya pada 35 siswa kelas IX, yang diambil menggunakan metode stratafed random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Army Alpha Intelligence Test yang terdiri dari 12 soal. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi tidak normal dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Metode analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square.
Menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi seluruh responden memiliki konsentrasi tinggi yaitu 17 orang, pada kelompok kontrol 6 orang atau sebagian kecil dari responden memiliki konsentrasi sedang dan 12 orang atau hampir seluruh responden memiliki konsentrasi tinggi. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,019 < 0,05.
Ada pengaruh pemberian aromaterapi mint untuk meningkatkan konsentrasi belajar pada remaja kelas IX.
Sekolah diharapkan dapat mempertimbangkan penggunaan aromaterapi mint sebagai alternatif pendukung dalam meningkatkan konsentrasi belajar.
Tidak tersedia versi lain